Home » Berita » Pilihan Kami Sekeluarga
Ilustrasi: kompasiana.com
Ilustrasi: kompasiana.com

Pilihan Kami Sekeluarga

Pemilu tinggal dua hari lagi. Saya beserta keluarga besar saya juga Insya Allah akan menggunakan hak pilih. Kami juga sudah memutuskan pilihan, sebuah pilihan yang tak berubah sejak era reformasi bahwa kami memilih PKS Nomor 3. Pilihan kami ini sama dengan pilihan penulis-penulis favorit saya di antaranya:

1. Salim A. Fillah (penulis buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Agar Bidadari Cemburu Padamu, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Dalam Dekapan Ukhuwah, Jalan Cinta Para Pejuang, dll),

2. Gol A Gong (penulis serial Balada Si Roy)

3. Jaya Yea Setiabudi (motivator bisnis, penulis buku “The Power of Kepepet”)

4. DR. Adian Husaini (ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia, peneliti INSIST, kolumnis Hidayatullah.com dan penulis buku-buku tentang kesesatan Liberalisme) dan

5. Akmal Sjafril (penulis buku “Islam Liberal 101” dan salah satu tokoh penggerak #IndonesiaTanpaJIL).

Saya sekeluarga (Ayah, Ibu, Istri dan 3 adik saya) insya Allah akan memilih Untuk DPRD Binjai Dapil Binjai Barat-Binjai Kota: Nomor Urut 2 Ust. Mardiatos Tanjung , Lc. Beliau alumni Universitas Al-Azhar Mesir. Sekarang merintis bisnis kecil-kecilan sembari mengajar di sejumlah pondok pesantren. Saya pernah beberapa kali mengikuti kajian yang beliau isi. Di antaranya ketika membahas buku karya Sayyid Quthb, Al-Mustaqbal Li Hadzan Din. Saya menangkap ada ghirah dan idealisme yang begitu tinggi. Lain waktu, saya mendapati pula disiplinnya ia melaksanakan ibadah ketika iktikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan yang sungguh luar biasa. Selebihnya, kesederhanaan penghafal Qur’an dengan sepeda motor butut inilah yang memesona.

Untuk DPRD Sumut Dapil Binjai-Langkat: Nomor Urut 2 Bang Arjuli Indrawan , SE. Ak. Alumni USU ini saya kenal betul. Beliau juga senior saya di SMAN 1 Binjai.

Bagi kawan2 yang sudah baca Kulwit “Kanda Sejati”-nya Salim A. Fillah, beliau inilah Kanda Sejati saya ketika SMA tahun 2002 dulu. Beliau pula yang memfasilitasi saya berkenalan dengan bidadari saya sekarang ini. Saya tahu betul ketulusannya. Dan yang membuat keluarga saya tertarik, beliau ini bersahaja dan siap menerima masukan dan kritikan walau sudah dua periode jadi anggota dewan. Semasa saya SMA, saya mendapat data lengkap APBD Binjai dari beliau sehingga saya berani mengumpulkan kawan2 sekolah untuk “melawan” Dinas Pendidikan yang menahan-nahan anggaran Kelas Unggulan. Sewaktu istri saya pindah dan berurusan dengan Dinas Kesehatan, beliau juga yang mengadvokasi kami melawan pejabat yang sewenang-wenang.

Untuk DPR RI: Nomor Urut 3 Bu DR. Astriana Baiti Sinaga. Beliau ini tokoh sabiqunal awwalun penggerak dakwah kampus di USU bersama-sama dengan Gubernur Sumut sekarang Gatot Pudjonugroho dan Idris Luthfi.Semasa SD sampai SMA di Pematang Siantar selalu jadi juara umum. Lulusan terbaik dan tercepat FISIP USU 1992 ini juga sebelum menyelesaikan S2nya di IPB sudah direkomendasikan untuk loncat langsung ke program S3.

Yang menarik beliau ini pernah meninggalkan posisi PNSnya demi amanah dakwah. Bahkan ia juga melepas jabatan Pembantu Rektor III Universitas Asy-Syafiiyah Jakarta demi amanah dakwah yang lebih besar. Btw, yang membuat saya mendukungnya adalah pergulatannya 8 tahun menjadi staf ahli anggota DPR RI. Bagaimana kisahnya membela MUI yang oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan dituding sebagai lembaga pelaku tindak kekerasan nomor satu. Bagaimana dia berupaya menghadang RUU nyeleneh, Keadilan dan Kesetaraan Gender.

Sampai mendapat reaksi politisi PDIP Eva Sundari dengan membentak, menggebrak meja dan memecahkan cangkir di ruang sidang. Jadi memang pertarungan ideologi di DPR itu adalah fakta, bukan mitos. Lebih dari itu, yang saya salut beliau juga menulis sejumlah buku yaitu “Pergerakan Muslimah di Era Kontemporer”, “Kubesarkan Engkau Nandaku dengan Cinta”dan “Komunikasi yang Terputus, Makna yang Hilang”. Keikhlasannya lebih-lebih lagi. Kata beliau, “Berdasarkan suvei internal, saya ini nggak akan dapat kursi. Tapi itu bukan masalah bagi saya. Yang penting Allah memenangkan dakwah ini,” ujarnya. Untuk DPD RI, pilihan kami jatuh ke Nomor 15 Ustadz Muhammad Nuh, MSP. Alumni Pondok Pesantren PERSIS, Bangil Pasuruan Jawa Timur ini sudah 2 periode menjadi anggota DPRD Sumut. Dan yang tampak dari beliau hanyalah kesederhanaan.

Kata seorang teman, “Dia macam bukan anggota dewan aja.” Tapi wibawanya luar biasa. Kedalaman ilmunya subhanallah. Dia sudah jadi aktivis sejak tahun 1980-an di masa represif Orde Baru. Di masa itu, ia sering menulis untuk majalah Al-Muslimun. Kini pengasuh Ponpes Al-Uswah Kuala ini dikenal sebagai penasehat IKADI Sumut, dewan pakar Masyarakat Ekonomi Syariah Sumut dan dewan syariah LAZ Peduli Ummat Waspada. Pilihan Kami Sekeluarga ini bukan sembarangan. Tapi sudah lewat beragam pertimbangan. Padahal banyak saudara kami yang jadi caleg di Golkar, PPP, Gerindra dan Demokrat. Namun tak ada yang kami coblos.

Sebab apa? Kami tahun apa misi mereka masuk politik. Kami tahu mereka mempekerjakan uang dalam kampanye dan mencari uang ketika sudah “duduk”. Itu yang membuat kami sekeluarga tetap menambatkan hati di PKS. Meski tak sempurna, dari yang saya lihat, mereka punya ketulusan dan siap menerima kritikan. Bagaimana dengan Anda? Sudah punya pilihan? Yang penting jangan golput ya…

Artikel Anugrah Roby Saputra, selengkapnya : http://www.kompasiana.com/anugrahroby/pilihan-kami-sekeluarga_54f7b2eba3331182208b47d0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*